Tuesday, September 1, 2009

KALAM PENYAIR


Demi Allah, demi Tuhan-ku,
dusta aku dalam kataku,
mengaku dekat bagai terpaku,
kepada Allah penguasa-Ku.
Segala mudah aku rasakan,
taat dan cinta aku ucapkan,
isi maknanya aku tinggalkan,
mulut menyebut hati mungkirkan.
Di akhir malam yang masih kelam,
di waktu tenang seisi alam,
aku terbaring di atas tilam
bagaikan batu di lumpur dalam.
Lain halnya si burung murai,
memekik, menangis berderai-derai.
Jika mulut dan hati tidak bercerai,
masakan kalah oleh si burung murai.

• Jika mulut dan hati tidak bercerai,
Masakan kalah oleh si burung murai.
Kata Ratib Mursyidi;
Jika jasad dan roh tidak berkecai,
Pasti mubtadi mencapai muntahi
Nurani teguh memakna insani.

Hafiz Fandani
Selasa
1 September 2009/ 11 Ramadhan 1430
Detik 12.12 tgh hari
Kota Damansara.


No comments:

Post a Comment

Related Posts with Thumbnails